Heart’s Secret

 

Image

 

Maret 2011 . .

Rania tampak sibuk dengan ponselnya sembari berdiri di depan gang. sepertinya dia sedang menunggu kedatangan seseorang. yups.. ayahnya berjanji untuk menjemputnya hari ini. Rania tercatat sebagai salah satu mahasiswa di salah satu Universitas terkenal di sebuah kota. selang beberapa menit kemudian, tampak mobil kijang berhenti didepannya. dan Rania mengenali orang yang berada di dalam mobil itu adalah ayahnya dan teman sekantor ayahnya. Rania segera masuk ke dalam mobil. teman sekantor ayahnya tersenyum ramah kepadanya dan Raniapun membalas senyuman itu. Rania ternyata tidak tahu jika ayahnya menjemputnya bersama teman sekantornya. waktu berlalau sekitar 1 jam lebih. Mobilpun melaju pada sebuah area Universitas Negeri yang terdapat di sebuah kota.  Rania heran kenapa mobil ayahnya menuju ke sebuah area Universitas itu. tepat didepan gang, mobilpun berhenti melaju. tampak seorang lelaki mengenakan tas ransel menuju mobil ini. Ternyata dia adalah putera teman sekantor ayah Rania. Diapun tersenyum ramah pada ayah Rania sembari mencium tangan ayah Rania dan ayahnya sebagai bentuk penghormatan kpd orang yg lebih tua. Dia bernama Rendi, tercatat sebagai salah satu mahasiswa semester akhir yang sebentar lagi akan diwisuda. Dalam perjalanan banyak hal yang dia ceritakan bersama ayahnya dan ayah Rania seputar ujian skripsinya kemaren yang pada akhirnya mendapat predikat lulus dengan sangat memuaskan. Sedangkan saat itu Rania hanya bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan sembari sesekali tersenyum..

Mereka berempat sempat berhenti di sebuah rumah makan untuk mengusir rasa lapar. di sana Rania baru mengetahui sosok Rendi yang tampak care pada ayahnya. sesekali dia menanyakan kondisi ayahnya yg mulai kecape’an karenaa menyetir mobil tadi hingga memijit ayahnya. Diapun banyak bercerita mengenai kesuksesannya lulus dengan nilai memuaskan, semua itu tidak terlepas dari doa kedua orang tuanya terutama ibunya. Sesekali dia melihat ke arah Rania, tersenyum dan bertanya seputar perkuliahan Rania. Sejujurnya Rania mulai kagum terhadap prestasi yang telah diraihnya yakni lulus dengan nilai yang memuaskan dan tidak hanya itu, Rania juga menaruh rasa simpati terhadap sikap Rendi pada orang tuanya. Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang.

Tak terasa merekapunsampai di tempat yang dituju yakni rumah masing-masing. Karena Rendi dan Ayahnya ikut dengan mobil ayah Rania, jadi mereka diantar pulang duluan oleh ayah Rania. selang beberapa menit, sampailah mereka di depan rumah Rendi. ayah Rendipun segera turun dari mobil sembari mengucapkan terimakasih pada ayahku dan Rania mencium tangan teman sekantor ayah yang juga ayah dari Rendi itu. Saat itu juga Rendi tampak turun dari mobil. Namun sesaat kemudian Rendi menoleh ke belakang dan menuju ke arah mobil lagi. Entah apa yang dia cari. Sepertinya dia tampak bingung mencari sesuatu. Rania hanya melihatnya sekilas tanpa berbuat apa-apa bahkan sekedar bertanya pada Rendi tentang apa yg dicarinya. akhirnya Ayah Rania bertanya pada Rendi “kenapa Ren? kamu cari apa?”. sesaat kemudian, Rendi meoleh ke arah ayah Rania seraya tersenyum dan berkata “ehh.. ndak om.. ini sudah ketemu..” sembari menunjukkan sebuah kunci yang sedari tadi dipegangnya. “padahal kunci itu udah dari tadi dipegang, kenapa dia masih bingung nyari ya..hemm.. dasar aneh, tapi lucu sih.. apalagi dia anak yg sopan pd orang yg lebih tua..andai saja waktu berjalan tidak secepat ini.. hemmm Tuhan semoga aku punya kesempatan untuk bertemu dengannya lagi..”, batin Rania. entah kenapa kata-kata itu langsung meluncur dalam hati Rania seraya mobil melaju menuju rumahnya. Rania menganggap awal pertemuan tersebut lumayan berkesan karena ia berkesempatan mengenal sosok Rendi walau hanya dalam waktu singkat.

Keesokan Harinya, ayah Rania mengajak semua keluarga kecilnya yakni istri, Rania dan adiknya untuk makan malam bersama disebuah restoran langganan mereka. Setelah sampai di sebuah restoran, betapa kagetnya Rania mendapati teman sekantor ayahnya beserta keluarganya yakni istri, Rendi yang memang merupakan anak dari teman sekantor ayahnya itu sedang makan malam di restoran yang sama. Sungguh sebuah kebetulan yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi Rania.Dua keluarga itupun saling bertegur sapa. Entah perasaan aneh apa yang muncul dalam hati Rania ketika matanya saling bertautan dengan pandangan Rendi yang tersenyum padanya. jantungnya berdebar begitu kencang. Bahkan diapun terlalu kaku untuk membalas senyuman Rendi. Tidak terasa pertemuan tersebut berakhir begitu singkat, namun cenderung berkesan untuk Rania. meskipun Rania tidak bertegur sapa secara langsung dg Rendi, tidak mengurangi rasa senangnya ketika tuhan memberinya kesempatan untuk kembali bertemu dg Rendi untuk kedua kalinya. malam itu Rania susah tidur, karena mengingat sebuah kebetulan yang berkesan menurutnya..

Rania bangun kesiangan akibat susah tidur semalam. kemudian terdengar ponselnya bergetar. ternyata ada sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak dikenal olehnya. dalam sms itu tertulis “aku minta maaf.. ywd kita jalani sperti biasa biar gk ada salah faham antara kamu dan cowok kamu,, sekali lagi maaf ya.. (Rendi)”  . Rania langsung terbangun dari posisi tidurnya. dia kaget, “siapa yang ngirim sms ini? kenapa namanya sama seperti dia ya? apa ini kebetulan lagi atau hanya orang iseng yang ngirim sms cuman namanya sama..”, batin Rania. dia hanya bengong menatap layar ponselnya, ketika Rania hendak membalas sms itu, tiba-tiba hpnya kembali bergetar pertanda ada sms masuk. dibukanya sms itu dan ternyata dengan nomor yg sama berisi pesan “Maaf aku salah kirim”. Rania tambah bingung dan semakin yakin kalau itu memang orang iseng dan bukan Rendi. akhirnya Rania memilih untuk tidak membalas sms itu.

akan tetapi seragkaian kebetulan yang dialaminya selama 3 hari ini membuatnya senang, penasaran sekaligus bingung… dalam rasa penasaran dan penyelasan karena tidak membalas sms itu, namun ada satu rahasia di hati Rania  yang sebenarnya mulai berharap agar Tuhan memberikan kesempatan lagi padanya agar dapat mengenal Rendi lebih dekat lagi., dengan kata lain, Rania mulai terindikasi jatuh cinta pada sosok Rendi sejak pertama kali dia bertemu…

Selang beberapa bulan berlalu..

Rania masih terperangkap dalam bayang sosok Rendi di hati dan pikirannya. Entah kpan Tuhan akan mempertemukannya lagi, hingga pada suatu saat, Rania mengetahui suatu kenyataan kalau Rendi baru-baru ini telah memiliki kekasih. Hal itu dia ketahui ketika melihat akun jejaring sosial milik Rendi. Rasa kekecewaan menyelimuti hati Rania., semua harapannya menjadi pupus seketika. Namun dia berusaha menghibur diri dengan menganggap bahwa itu adalah jalan yang terbaik bagi Rendi dan dirinya, mungkin Tuhan hanya memberinya kesempatan untuk mengenal Rendi pada saat pertama dan kedua kalinya bertemu. Move on.. ^_^ Semangat..!!

Sebulan kemudian..

Pada saat itu ada sebuah acara keluarga di rumah tante Rania, sehingga Rania dan keluarga mengunjungi rumah tantenya. Kebetulan rumah tante Rania berdekatan dengan rumah kerabat Rendi. Saat keluarga Rania bergegas berjalan menuju rumah tantenya yang berjarak 3 rumah dengan rumah kerabat Rendi,, ternyata tidak disangka di sana Rania beserta keluarga kembali bertemu dengan Rendi dan kedua orangtuanya yang sedang berada di rumah kerabatnya itu. Jantung Rania kembali berdebar dan begitu kaget melihat sosok Rendi, orang yang begitu dikagumi dan membuatnya jatuh cinta namun juga membuatnya patah hati.. orang tua Rendi tampak bertegur sapa dan berbincang-bincang dengan orang tua Rania. Ayahnya menyuruh Rania untuk mencium tangan kedua orang tua Rendi sebagai bentuk penghormatan. Raniapun melakukannya seraya tersenyum simpul. tak disangka juga dihadapannya muncul sosok Rendi yang tersenyum ramah sembari mencium tangan kedua orang tua Rania yang berada diposisi sebelah Rania. Ketika kedua keluarga tersebut tengah asyik berbincang, Rania mulai menjauh dan langsung pergi menuju rumah tantenya yang hanya berjarak beberapa rumah dari sana. Rania sangat terkejut dengan pertemuan yang tidak disengaja ini. dia sudah berusaha melupakan sosok Rendi yang dulu pernah membuatnya jatuh hati dan usahanya ini mulai berantakam lagi karena pertemuan yang tidak sengaja ini.. suasana hati Rania mulai kacau.. pertemuan singkat tadi telah menghidupkan kembali sosok Rendi dalam hati dan pikiran Rania..

2 bulan kemudian.,

Banyak seseorang yang mulai hadir dalam kehidupan Rania. Dia telah mencoba untuk membuka hati dan move on dengan kejadian-kejadian kemaren. Bahkan Raniapun menyerahkan semua kegalauan hatinya pada Tuhan, biasanya dia mencurahkan segala isi hatinya pada Tuhan. Rania menganggap bahwa “Jodoh  yang diberikan Tuhan akan lebih baik dan semua itu akan datang dengan cara yang lebih Indah lagi.,, saat itu pasti akan tiba,, hanya saja menunggu waktu yang tepat..”

Untuk itu Rania mulai mencoba membuka hatinya. Pada saat-saat ini, banyak seseorang yang mulai hadir di kehidupan Rania dan itu membawa keceriaan tersendiri bagi Rania. Namun semua itu hanya dianggap sebagai teman semata bagi Rania. Dalam keheningan dan kesunyian, entah kenapa sosok Rendi selalu munghiasi pikiran Rania. Rania sadar itu semua tidak ada gunanya toh.. Rendi sudah berbahagia dengan kekasih hatinya saat ini.. Akhirnya Raniapun sadar dan lambat-laun dapat melupakan Rendi karena kesibukan kuliahnya..

Juni 2012

Rania mendapat kabar bahwa Rendi akan segera bertunangan dengan kekasih hatinya. . .

Dalam Hati Rania merasa sedih, kecewa, menyesal dan semuanya menjadi satu..

Namun Rania memilih untuk tidak menatap masa lalu.. yang berlalu biarlah berlalu..

dan yang  Rania lakukan adalah mendo’akan yang terbaik bagi Rendi dan hidupannya di masa mendatang. Memang Tuhan tidak memberikan kesempatan Rania untuk mengenal Rendi lebih dalam, namun setidaknya Rania bersyukur karena telah mengenal sosok Rendi meskipun hanya sesaat. Jika memang pada saat itu Rendi memiliki perasaan yang sama dengan Rania,, biarkanlah itu menjadi rahasia indah antara Rendi, Raniai dan Tuhan. . .

This is a Secret in my Heart. . .

 

by: DinDyNa Kholidah.. 

Iklan