Kau Rindukan Hujan

Kau termenung di sudut itu.

Tampak butiran air disorot matamu.

Di kolong langit kau mengenangnya.,

berharap dia datang lagi.

“Ku tak percaya hujan”, batinmu..

Namun.. sorot matamu mengharapnya.., merindunya..

 

Desau angin datang menyapa,

“Percayalah dia kan datang”

Desau angin berbisik,

“Jika hatimu ingin., tunggulah dia”

Desau angin berkelakar.,

“Ku kan membawa awan mendung dan hujan kan datang”

 

Gerimis..Hujan berirama mengajakmu berdansa..

Kau tertawa hanyut dalam romansa rindu,

ini nyata dan kaupun percaya pada sang hujan.

 

Dasau angin menghindar.,

membawa aroma sendu..

Bahagia..melihatmu mengukir kenangan bersama sang hujan.,

Tidakkah kau tau..? anginpun punya kenangan itu..

 

 

 By: DinDyna.

Kuharap kau bahagia dalam penantianmu

Image

 

Tak Mudah…

Tak Mudah

Tak mudah merangkai kata tuk mendeskripsikanmu..

Tak mudah menggoreskan warna tuk melukiskanmu..

Tak mudah menghentikan waktu tuk menahanmu bersamaku..

Tak mudah menghapusmu dari hati dan pikiranku..

Pada akhirnya semua kan mudah bila kau hadir tanpa kesemuan..

Bias Sketsamu

Guratan abstrak hatimu,

Terpampang diatas kanvas rapuh

Berwarna-warni menghias kerapuhan hati

Biru..biru warna yang menyeruak diatas kanvas

Menebar aroma keharuan

Tidakkah kau tau?

Sebentar lagi kanvas kan sobek..

Kau terus melukiskan kidung hatimu

Sketsa kidung hatimu terlukis bias di kanvas

Benang-benang kanvas mulai merenggang,

Menahan sketsamu yang bias

Mencari makna dibalik sketsa hatimu

Hanya bias terkesan memenuhi kanvas

Lama..menunggu bias sketsamu kan sirna

 

 

By DinDyNa

 

Image