Bunga Tidur dari-Mu

Malam itu, ku coba pejamkan mata membawa kegundahan dijiwa. Sebenarnya ku sedang menunggu jawaban atas do’aku pada Allah. Aku berpasrah pada Allah, hingga dalam tidur ku menunggu sebuah jawaban.

Udara pagi begitu sejuk menyapaku. Ku gendong bayi lucu yang menggemaskan ini. mulutnya yang mungil tak berhenti meraung-raung. Entah apa yang membuatnya menangis. Ku coba menghiburnya, namun usahaku tak cukup berhasil membuatnya berhenti menangis. Akhirnya kuputuskan untuk membawanya keluar sekedar jalan-jalan. Dipersimpangan jalan ku bertemu dengannya tanpa sengaja. Dia.., lelaki yang selama ini tersemat disetiap do’aku. Pertemuan itu terasa sangat nyata. Wajahnya yang teduh dan tatapan matanya yang mampu menggetarkan jiwa tampak jelas dihadapanku. ku berpikir sejenak, “mungkin ini hanya sekedar pertemuan biasa,  bagai desau angin, dia kan berlalu”. Namun dugaanku salah. Jarak kami semakin dekat dan dia berdiri disebelahku. Dia benar-benar menghampiriku..jantungku semakin berdetak kencang berlomba dengan suara tangisan bayi yang kugendong. Sembari tersenyum, dia mengarahkan tangannya mengusap lembut rambut bayi mungil yang kugendong. Seolah menghibur bayi mungil itu.

Selang beberapa saat, lelaki itu melantunkan sepenggal do’a. Suaranya begitu merdu didengarkan, hingga sang bayi berhenti menangis. Akupun berterimakasih padanya karena telah membuat bayi mungil yang kugendong berhenti menangis. Setidaknya aku tidak kerepotan mengasuhnya. “Terimakasih ya..” kataku tulus padanya. Diapun menjawab seraya tersenyum “sama-sama din..”

Bukan main senangnya diriku. “sejak kapan dia tau namaku?”, batinku kegirangan. 

Tiba-tiba aku terbangun dan sadar jika itu semua hanya mimpi. Dalam kehidupan nyata kita memang tidak pernah bertemu dan saling mengenal satu sama lain. Ku hanya mengenalnya lewat dunia tanda. Melalui dunia tanda ku mengetahui berbagai karya-karyanya. Rangkaian kata bahkan alunan nada yang ia ciptakan mampu memberikan kesan tersendiri bagiku. Jujur aku sangat mengaguminya. Allah benar-benar menganugerahkan berbagai bakat padanya. Selain itu, dia memiliki akhlak dan tingkat intelektualitas yang tinggi. Kecintaan dan keimanannya pada Allah serta agama Islam, mampu membuatku sangat kagum padanya.. hingga pada akhirnya namanya selalu kuselipkan dalam setiap do’aku pada Allah. Ku mohon agar Allah dapat menuntunku bertemu dengannya, jikalau Allah meridho’i kami berjodoh.

Semoga itu bukan hanya menjadi mimpi tidur bagiku..

 

 

 

by: DinDyNa

28-08-2013

Kisah Tanpa Makna

Suatu hari disuatu tempat., secara tidak sengaja kita duduk berdua. Hanya kau dan aku. Kita terlibat pembicaraan ringan seputar tugas. ya.. disaat itulah diriku mulai terperangkap dalam sebuah rasa yang sulit tuk dipahami.

Setiap kali aku mecoba memahami rasa ini, saat itu pula bayangmu kuat merangkulku..

Setiap kali bayangmu melintasi pikiranku, saat itu juga aku bertanya, “apakah kau juga mengalami hal yang sama?”

sungguh ini menyiksaku..

Ku mulai mencoba tuk masuk jauh kedalam duniamu..,namun itu tak cukup berhasil. Hanya lewat dunia tanda ku berusaha memahamimu.

Seakan masuk dalam dunia tanda yang penuh keabstrakan. Kau tak memberi celah sedikitpun agar ku bisa memahami dirimu, pikiran dan perasaanmu. Itu sangat kompleks. Pada akhirnya ku akui bahwa diriku tak cukup punya nyali tuk keluar dari dunia tanda ini.

Bagai tanda yang tak terbaca, dirimu tetap hadir dalam ruang hatiku.. dan akhirnya ini hanya akan menjadi serangkaian kalimat tanpa tanda, tanpa makna, hampa dan menjadi kisah yang tak terselesaikan.

kini., yang bisa ku lakukan hanyalah mengikhlaskan semuanya..,

Ku harap suatu saat kau dapat memberi makna pada kisah ini, kisahku yang tak terselesaikan. Jikalau hal itu mustahil terjadi., maka selesaikanlah kisahmu sendiri, meskipun sudut pandangmu tak lagi padaku..

Jangan biarkan kisahmu hampa tak bermakna..

 

DinDyNa