Bunga Tidur dari-Mu part II (Isyarat Tuhan)

Malam ini, kau mengunjungiku dalam mimpi lagi. Entah isyarat apa yang Tuhan berikan untukku.

Dikala aku putus asa menanti dia, kau datang seolah mengingatkanku, jika kau masih ada untukku. Dikala aku meratapi lara karena dia, kau seolah datang untuk menghiburku. Meski itu hanya dalam mimpi, semuanya tampak nyata bagiku. Bersama seorang anak kecil itu, kaupun hadir mengunjungiku.

Pemandangan begitu indah, ketika kau mengajari seorang anak kecil membaca lantunan ayat suci Al-Qur’an. Tak hanya itu, kaupun seolah menghiburku dengan memainkan instrument piano yang kau gubah. Aku terlalu malu tuk bertemu langsung denganmu saat itu, hingga akupun menghindar. Namun tiba-tiba kau mengetahui keberadaanku dan segera menghampiriku. Tak ada kata yang terucap ketika kau mulai menyapaku seraya tersenyum. Aku benar-benar gugup dan akhirnya ku memilih untuk beranjak darimu. Kau hanya menatapku dengan bingung.

Maaf jika ku belum sempat berterimakasih atas kunjunganmu itu…

Kelak jika Tuhan menghendaki, semoga suatu saat nanti aku benar-benar bertemu denganmu..,

Apabila saat itu tiba, kan kusampaikan rasa kagum dan terimakasihku padamu..

Sekali lagi terimakasih..

^_^

by: DinDyNa

24-09-2013

Sebuah Tanya tentang Cinta

  

“Kamu gak pernah pacaran?”

“blom pernah..”

“Lho… trus gimana kamu bisa merasakan cinta?”

 

Pertanyaan itu tiba-tiba disodorkan untukku. Sejenak aku terkejut, perlahan ku mulai berpikir dan menemukan jawaban untuk pertanyaan terakhir itu. “Cinta” sebuah kata yang tak asing lagi untuk didengar. Hakikat cinta sendiri sulit tuk dideskripsikan melalui kata-kata, karena sebenarnya cinta sejati hadir tanpa alasan dan hanya dapat diarasakan. Bagiku cinta itu universal dan sederhana. Setiap manusia pasti pernah merasakan cinta. Cinta dapat bersumber dari Orang tua, keluarga, saudara, teman dan terlebih lagi dari Allah yang selalu ada untuk kita. Melalui hal-hal sederhanapun kita bisa merasakan cinta. Sebut saja perhatian dari kedua orang tua yang selalu tercurah untuk kita itu adalah bentuk cinta orang tua kepada kita. Dengan hal sederhana tersebut aku bisa merasakan cinta. Dan yang paling utama adalah cinta Allah kepadaku dan sebaliknya. Allah bersedia menjaga kita dan menjadi tempat berkeluh kesah tanpa batas waktu. Sesungguhnya cinta hakiki adalah cinta kita kepada Allah yang telah menciptakan seluruh makhluk dan alam semesta. Dengan mencintai  Allah kita kan mendapat kedamaian dan bonusnya kita juga dicintai oleh makhluk ciptaanNya.

Jadi jangan pernah risau jika kalian belum pernah pacaran, karena pacaran hanyalah sebuah status. Pacaran bukanlah satu-satunya media untuk merasakan apa itu cinta, karena pada hakikatnya cinta tak hanya ditujukan untuk lawan jenis saja.. dan sebisa mungkin rubahlah pemaknaan sempit terhadap cinta..

 

 

By: DinDyNa

26-08-13

obrolan ringan sepanjang jalan Agus Salim,

 

 

 Image