Hati dalam Surat

Ini untukmu,
Seseorang yang selalu ada dipikiranku beberapa bulan ini..

Aku tak tau harus memulai darimana. Rasa ini hadir begitu saja tanpa permisi. Awal ku bertemu denganmu, semua tampak biasa saja. Namun, seiring berjalannya waktu ada yang berbeda. Serangkaian peristiwa yang terjadi membuatku selalu memikirkanmu. Kau benar-benar membuatku bingung dan selalu berpikir tentangmu. Singkat kata, ku mulai jatuh hati padamu. Mungkin kau tak menyadarinya.

Hari demi hari tanpa perintah bayangmu selalu absen masuk kedalam pikiranku.Lama-lama ini menyiksaku. Tak banyak kata yang bisa kuungkap ketika bertemu denganmu. Begitupun juga dengan dirimu. Sikapmu biasa, kadang kau tersenyum ramah, terkadang dari kejauhan kumelihat sorot matamu yang bingung mulai beralih dan tak menatapku. Terkadang kau juga menampilkan sikap dinginmu ketika kita sama-sama berada dalam hingar bingar keramaian kampus. Itu membuatku kecewa. Namun, tetap saja ada perasaan senang ketika bertemu denganmu. Walaupun dari luar aku tampak bersikap biasa ketika bertemu denganmu. Kau mungkin tak pernah tau, betapa sulitnya menyembunyikan perasaan gugup ketika bertemu denganmu. Saat kau berbicara, aku berusaha mendengar dan menanggapi tanpa memperlihatkan rasa gugup itu. Namun, sialnya hal itu sulit dilakukan. Jurus pamungkas yang bisa kulakukan kala itu, hanyalah irit bicara dan tidak melihat ke arahmu. Aku akan sangat gugup ketika melihat sorot matamu, maka sebisa mungkin aku menghindari hal itu. Namun kau tau, itu semua tidak cukup membuatku senang. Hanya ada sejumput rasa penyesalan setelah itu. Sebenarnya banyak hal yang ingin kuungkapkan ketika bertemu denganmu, namun ku tak cukup punya keberanian untuk itu.

Terkadang aku berpikir, bertemu denganmu adalah suatu kesalahan,

Aku juga berpikir, jatuh hati padamu adalah sebuah kesalahan bagiku.,

Namun semua pikiran itu, ku halau jauh. Aku yakin semuanya bukanlah kesalahan. Bisa mengenalmu adalah suatu kenangan manis bagiku, meski kau tak menganggapnya demikian..,hehe..

Jatuh hati padamu juga sebuah anugerah bagiku. Setidaknya ini menjadi bukti bahwa hatiku masih hidup dan peka oleh rasa cinta., hehe.. Namun pada akhirnya semua rasa ini berganti menjadi rasa takut..

Aku takut, rasa yang kurasakan tak jua kau rasakan.
Aku takut, rasa ini hanyalah rasa sepihak yang tak pernah kau pedulikan.
Semua rasa ini sangat menyikasaku. Apa yang harus kulakukan?
Hanya satu hal yang ingin kuketahui darimu, “apakah kau juga memiliki perasaan yang sama denganku?”
Aku tak menuntut balasan darimu, hanya dengan mengetahui perasaanmu yang sebenarnya aku sudah lega..
Aku tak ingin terkungkung dalam penjara kebingungan karenamu..

Melalui tulisan ini, ku bisa mengungkapkan semuanya padamu..
Tulisan ini adalah goresan kejujuran hatiku..
Semoga kau dapat membaca hatiku dalam surat ini..

DinDyNa,

Aku harap kau mau membacanya..

Iklan

Gerimis, Hujan dan Bunga Desember

Hari ini pertama kalinya hujan. Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan musim hujan. Aku selalu suka hujan, karena tiap tetesan airnya adalah berkah buatku. Dalam hujanpun aku dapat mengenangmu. Kau yang secara tidak sengaja hadir dalam kehidupanku dan membuat hidupku lebih berwarna. Setiap musim hujan dirimu selalu ada dalam benakku. Baru kemarin rasanya kita bertemu dalam balutan gerimis hujan bulan September.

September Ceria..

Memang benar judul lagu itu. Bulan September ini membawa keceriaan untukku. Di Bulan September ini aku bertemu dirimu. Ketika itu hujan dan aku lupa membawa payung. Daripada basah gara-gara hujan, aku memilih untuk berteduh di sebuah pos keamanan.Disana ku bertemu denganmu. awal ku mengenalmu, Semuanya tampak biasa, namun aku tau jika kau adalah pria yang baik. Kitapun mengobrol panjang lebar sampai hujan reda. Akhirnya kitapun pergi ke tempat tujuan masing-masing tanpa saling tau nama kita. “Penasaran” dan “Menyesal”, dua kata itu seketika timbul dalam pikiranku karena tidak tau namanya. namun, Tuhan pasti memiliki cara lain mempertemukan kita. Ku percaya itu.

Seminggu berlalu..

Saat itu da festival seni lukis di kampus.Beberapa temanku antusias untuk melihat pagelaran seni itu. Akupun diajak oleh mereka. Suasana festival tersebut cukup ramai oleh pengunjung. Semua lukisan yang dipamerkan sangat luar biasa menarik. Tiap karya lukis memiliki keunikan tersendiri. Namun, ada sebuah lukisan yang membuatku tertarik sekaligus penasaran. Objek lukisan itu adalah sepasang remaja yang sedang asyik mengobrol di pos keamanan sambil menunggu redanya hujan. Lukisan tampak sangat natural dengan polesan cat yang terasa sangat nyata. Awalnya ku tak berani berpikir macam-macam. Namun, lukisan tersebut mengingatkanku pada peristiwaminggu lalu, ketika aku berteduh dengan seorang pria di pos keamanan. Ku mencoba mencari tau tentang pelukisnya. disana tertera nama “Yanuar P.”. Saat itu aku berpikir, jika pelukis tersebut adalah pria yang kutemui minggu lalu itu. Ternyata dugaanku benar. tiba-tiba dari belakang, Ada seseorang yang menghampiriku dan berkata “Bagaimana dengan lukisan ini?” sembari menunjuk pada lukisan yang membuatku penasaran. Akupun terkejut ketika melihatnya, “kau..?ternyata?”.

Diapun tersenyum dan berkata “iya..ini aku..bukankah kita pernah bertemu di pos keamanan ketika berteduh?”.

“iiyaa.. hehe.. namamu Yanuar ya?”

Sembari meraih tanganku dia berkata, “perkenalkan., aku Yanuar Pratama..hehe..namamu siapa?”

“aku Desmita..”, seraya membalas senyumnya.

“Lahir Desember ya..?”, sembari tersenyum dan menatapku.

Saat itu juga jantungku berdegup kencang, namun ku berusaha bersikap biasa., “ehh.. iya.. kok tau?”, tanyaku.

“ya.. beberapa huruf depan namamu Des, dan aku cuma menebaknya dan ternyata benar.., hahaha..”, kaupun tertawa lepas saat itu.

Tanpa kau tau, sebenarnya saat itu, aku juga bisa menebak bulan kelahiranmu yang jatuh pada bulan Januari.Pertemuan itu terus berlanjut dan semakin akrab. Hingga pada akhirnya, romansa cinta mulai memenuhi perjalanan hidupku. Tanpa sadar kita saling jatuh cinta dan kau memberanikan diri mengungkapkan perasaanmu padaku. Senang rasanya, ketika mengetahui cintaku tak bertepuk sebelah tangan padamu, hehehe.. kitapun jadian.

November penuh warna..

Bulan November adalah bulan penuh warna bagiku. Sejak kita memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, semua kehidupanku penuh dengan kebahagiaan. Kau pria yang sabar dan selalu menjadi motivator bagiku. Kitapun saling melengkapi dalam hubungan ini. Berjalan beriringan, saling memberikan semangat, saling mendo’akan, saling menjaga dan selalu ada disaat-saat sulit sekalipun. Semuanya terasa sangat indah dan aku berterimakasih pada Tuhan karena telah mengirim seseorang sepertimu untukku.

Desember Kelabu..

Sebulan berlalu, dan kau tetap menjadi langitku.Langit yang selalu menyemburkan warna biru yang menenangkan. Hari ini tepat pada hari ulang tahunku. Kau memberiku kejutan yang tak kan kulupakan. Saat itu kau mengajakku untuk berkunjung ke sebuah daerah pengunungan. Di sana kau memperlihatkanku hamparan bunga Desember. Hamparan warna merah yang cantik seolah menarik perhatianku. Bunga unik yang hanya tumbuh di bulan Desember. Sebagai hadiah ulang tahunku, dia memberiku beberapa tangkai bunga desember yang langka ini. Senang sekali rasanya bisa lahir di bulan Desember, sama seperti hamparan bunga ini yang hanya tumbuh di bulan Desember.

“apa kau senang?”, tanya Yanuar semabri menatap ke arahku.

“yaa..tentu aku senang sekali..apalagi bisa melihat bunga Desember secara langsung, terimakasih ya..”, ucapku seraya tersenyum dan menatapnya.

“Maaf..aku tak bisa memberikan kado spesial untukmu, hanya ini yang bisa kuberikan..”, ungkapnya lagi.

“hey..ini sudah sangat spesial., bisa mengenalmu adalah anugerah yang luar biasa untukku. Menghabiskan waktu bersamamu adalah hadiah yang sangat spesial bagiku. Jadi jangan berpikir seperti itu lagi ya..,” jawabku panjang lebar berusaha meyakinkannya.

“eh..tahun depan kau juga harus melihat bunga ini tumbuh lagi yaa..jangan sampai melewatkannya..”, katanya sembari tersenyum.

“Tentu..,apalagi sama kamu..hehehe..”, jawabku.

Tiba-tiba gerimispun datang seolah menari-nari diatas kemegahan bunga Desember. Kitapun segera pergi mencari tempat berteduh. Gerimis, Hujan dan bunga Desember kini selalu menjadi kenangan bagiku. Dalam gerimis dan hujan romansamu terasa hangat. di hamparan kemegahan bunga Desember aroma romansa kita mewangi. sungguh semuanya sulit tuk kulupakan..

Januari..

Bulan ini kau merayakan ulang tahun. Aku telah mempersiapkan kejutan untukmu. Tak terasa, hari itupun tiba. Ku menunggumu di tempat pertama kali kita bertemu, ya.. di Pos Keamanan tepatnya, hehehe…. ku mempersiapkan segala sesuatunya disana. Kau berjanji sehabis kuliah akan langsung menemuimu. Lama ku menunggu dirimu dan kau tak nampak juga. Hingga gerimis menemaniku untuk menunggumu. Sepertinya kau benar-benar tak datang. Ku mulai gusar dan mengkhawatirkanmu. Malampun menyapa, kau tak kunjung menampakkan diri. Beberapa kali kucoba menghubungimu, namun tak ada jawaban darimu. Saat itu juga, aku memutuskan tuk tak menunggumu lagi. Akupun pulang dengan perasaan kecewa, marah dan sedih karena kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

Keesokan Harinya, 31 Januari..

Ku mendengar kabar bahwa kau kecelakaan dan meninggal. Sungguh dunia ini terasa runtuh dihadapanku dan aku mulai kehilangan kesadaran. Ketika ku sadar, beberapa teman berusaha menenangkanku. Merekapun menjelaskan semua tragedi kecelakaan itu padaku secara perlahan. Yanuar kecelakaan sehabis pulang dari kampus. Motornya ditabrak oleh Truk yang melaju kencang ketika gerimis saat itu. Nyawanya tak tertolong dan dia meninggal ditempat kejadian. Aku hanya bisa menangis, badanku serasa lemas tak berdaya mendengar kabar itu. Kau benar-benar meninggalakanku Yanuar.. T,T

Setahun Berlalu, di bulan Desember..

Ku memenuhi janjiku untuk berkunjung melihat bunga Desember di tempat yang penuh kenangan ini. Jujur hingga saat ini ku tak bisa melupakanmu. Semua kenangan tentangmu masih melekat di hatiku. Gerimis mulai datang menemani kesendirianku ketika mengenangmu. Gerimis tak lagi memberi kehangatan romansa tanpamu. Hamparan bunga Desember masih tetap mempesona, namun wangi romansanya sedikit memudar tanpamu. Ku kehilangan langit tempat berteduhku. Ku kehilangan selaksa biru penenang bagi jiwaku. Meskipun semuanya terasa singkat, namun Tuhan memberiku jalan cerita yang luar biasa indah ketika bersamamu. Semoga kau tenang di sana.,dan aku berterimakasih padamu  karena telah hadir dan berbagi keceriaan bersamaku selama ini..

Gerimis, Hujan, Bunga Desember dan Semua Kenangan manis tentangmu…

DinDyNa.,

Inspirasi Selepas Hujan.

Image