Rumus Memecahkan Masalah

“Masalah” seolah setia hadir dalam hidup seseorang. Tak ada hidup yang selalu lurus, tak berkerikil, stagnan, dan monoton. Hidup selalu saja diwarnai oleh masalah. Sebenarnya hal tersebut sangtlah wajar, mengingat fase hidup manusia memang untuk selalu belajar melalui pengalaman dan masalah. Tanggapan manusia terhadap datangnya masalah seringkali berbeda-beda. ada manusia yang tetap optimis dan tetap mencari solusi atas permasalahan yang menimpanya. Ada pula yang berkutat pada zona pesimis, keputusasaan bahkan terlalu meratapi permasalahan yang menimpanya tanpa berusaha mencari solusi. Lalu, “anda termasuk yang mana?”. Kawan, ingatlah bahwa setiap masalah yang hadir dalam hidup, pastilah ada solusinya. Hanya kita saja yang tak mau berusaha untuk mencarinya. Terkadang ada sebagian manusia kerap menyalahkan keadaan dan orang disekitarnya tanpa mencari tau penyebab dan solusi atas permasalahan yang menimpanya.”Bukankah itu hanya akan membuang-buang waktu kawan?”. Banyak memikirkan dan menyalahkan keadaan serta orang disekitar atas permasalahan yang menimpa kita tanpa ada pemikiran untuk mencari solusinya. Alangkah lebih baik bila kita instropeksi diri, Bangkit hadapi maslah itu dengan rasa optimis, ikhlas dan selalu berusaha mencari solusinya. semua hal tersebut terangkum dalam rumus ini:

(Instropeksi diri × Optimis) + (Ikhtiar × Ikhlas) = Solusi menghadapi Masalah

Ketika kita ditimpa oleh sebuah permasalahan hidup, kita harus segera instropeksi diri. Tujuan dari instropeksi diri ini adalah untuk mengetahui penyebab masalah tersebut hadir dalam hidup kita. Tidak ada ruginya instropeksi diri untuk mengoreksi hal-hal yang salah pada diri kita. Dengan begitu, kita dapat mengetahui hal apa saja yang perlu direparasi dalam diri kita.., hehehe.. Jika itu dijalankan, kita akan menjadi pribadi yang siap untuk menghadapi masalah apapun.

Instropeksi diri membawa kita menjadi insan yang selalu siap dalam menghadapi masalah. Hasil dari instropeksi diri menjadi bekal untuk menghadapi masalah. Namun, bekal tersebut harus dibumbui dengan rasa “optimis”. Keoptimisan dalam hidup menjadikan kita sebagai pribadi yang kuat dan tak tergoyahkan oleh badai permasalahan. Kita tetap memiliki senyum pengharapan dalam menghadapi setiap masalah.

Selain kedua kata ajaib tersebut, kata yang berpengaruh dalam menghadapi masalah adalah “Ikhtiar dan Ikhlas”. Kedua kata tersebut tak dapat dipisahkan. Permasalahan yang datang sebaiknya diterima secara ikhlas. Tuhan memberi kita masalah sebagai bentuk rasa kasih sayang-Nya kepada umatnya. Masalah sebenarnya sebagai bentuk ujian untuk menaikkan derajat manusia atau untuk sekedar mengingatkan kita apabila kita mulai menjauh dari Tuhan. Untuk itu, hadapi masalah dengan rasa ikhlas. Selanjutnya, kita masuk dalam fase ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta mencari solusi atas permasalahan yang menimpa kita. Ikhtiar berarti berusaha dengan jalan yang mendapat ridho’Nya.Dekatkan diri kita pada Tuhan. Berikhtiarlah dijalan-Nya agar senantiasa mendapat ridho’ dari-Nya.

Sejujurnya, tulisan saya ini juga terinspirasi dari tulisan seseorang. Dia termasuk seseorang yang senantiasa belajar untuk memaknai hidup dan merefleksikan pemaknaannya. Melalui tulisan, diapun berbagi dengan teman-teman yang lain. Tulisan tersebut berjudul “Kenapa Jangan Pernah Putus Asa”. Setelah saya membaca tulisan tersebut, banyak pesan positif yang dia paparkan. Tulisan tersebut membuka pemikiran saya ketika menghadapi masalah. Melalui tulisannya, dia hendak mengajak kita untuk tidak terbelenggu dalam rasa putus asa dalam menghadapi permasalahan. Lambat laun saya mulai merefleksikan pesan tulisan tersebut dalam kehidupan. Akan tetapi itu tidak mudah. Salah satu penghambatnya adalah ketidakmampuan saya untuk bersikap ikhlas dalam menghadapi masalah. Untuk mengobati rasa kebingungan, sayapun berinisiatif untuk bertanya pada sang empunya tulisan tersebut.

Berikut cuplikan obrolan saya dengannya:

13-Desember-2013

112 :

Assalamu’alaikum..maaf mengganggu.

Setelah saya membaca tulisan-tulisan sodara, pemikiran saya jadi lebih terbuka dalam menghadapi segala hal. Namun itu menjadi tidak mudah ketika saya menghadapi masalah. Setelah saya berusaha & berdo’a, hasilnya tidak seperti yang saya harapkan. Saya merasa putus asa tapi saya mencoba ikhlas menerimanya.

Ternyata itu semua tidak mudah saya lakukan. “Ikhlas” itu sulit untuk diterapkan.

Apakah essensi “ikhlas” menurut anda?

Bagaimana pengimplementasiannya?

Dan bagaimana menghalau rasa putus asa dlm menghadapi masalah?

Semoga sodara berkenan membalas pertanyaan ini hanya untuk sekedar sharing.

Terimakasih sebelumnya.. Wassalamu’alaikum wr.wb

08 :

Wa’alaikumussalam wr.wb.

Masalah ikhlas sebenarnya masalah hati. Ia nggak bisa dipaksa dari diri sendiri, tapi buah dari keyakinan kita kepada Allah dan perlu dilatih secara bertahap. Seringkali kita punya keinginan menurut versi kita sendiri dan terlalu ngotot dengan keinginan tersebut padahal itu tidak menjamin kebaikan. Orang yang paling enak hidupnya, orang yang punya tujuan sama dengan Penciptanya karena pasti akan terwujud. Allah menginginkan kebaikan di akhirat buat hamba-Nya. Sedangkan keinginan2 duniawi bagi sebagian besar orang, sebenarnya bukan tujuan, tetapi hanya jalan. Misalnya kita sangat ingin berjodoh dengan X dan menganggap dia pemberi kebahagiaan dan kalau tidak bersamanya, pasti nggak akan bahagia. Anggapan ini udah nggak baik sejak awal. Jodoh atau X tersebut bukan pemberi kebahagiaan, tetapi hanya diantara jalan datangnya kebahagiaan. Pemberi kebahagiaan hanya Allah, tidak ada lagi yang lain. Atau lebih simplenya bgini, tanamkan di dalam hati dan berdo’a, berdo’a agar dibimbing dan diberikan karunia yang akan mengantarkan kepada Allah, kepada surga-Nya. Karunianya terserah Allah, yang penting yang bisa mengantarkan kepada surga-Nya. Lalu lakukan ikhtiar sebaik mungkin lalu ikuti jalan takdir-Nya dan jadikan ikhtiar ini sebagai ibadah saja, tidak menganggap sbg penentu keberhasilan kita. Sya tidak ragu sama sekali orang yang seperti ini hidupnya akan sering dikaruniai kebahagiaan yang tidak ia sangka2. Namun syaratnya juga harus mmprbanyak istighfar

112 :

Terimakasih atas jawaban & penjelasan sodara. Semoga ini bermanfaat bagi saya. Semoga saya bisa memahami & menerapkannya dalam kehidupan.

Sekali lagi terimakasih., Assalamu’alaikum wr.wb.

08 :

ya, alhamdulillah. Wa’alaikumussalam wr.wb

Melalui pembicaraan tersebut saya mendapat sebuah point terpenting. Ikhlas akan hadir apabila kita yakin akan jalan yang diberikan Tuhan. Untuk itu senantiasa mendekatkan diri pada sang pencipta, agar kita selalu tenteram dan tidak gusar dalam menghadapi masalah. Betapa kerasnya kita berikhtiar, tetapkan hati untuk ikhlas dalam menjalankan ikhtiar. Jadikan ikhtiar sebagai ibadah dan bukan penentu kesuksesan atau sebagai pemecah masalah semata. Dengan begitu, apabila ikhtiar kita belum berhasil, jurang keterpurukan dan keputuasasaan takkan menjerumuskan kita. Dan, satu yang pasti.. bahwa semua yang terjadi adalah kehendak dan takdir Tuhan.“Manusia berencana, Tuhanlah yang menentukan”.

by: DinDyNa

Inspirasi pagiku.. ^_^

Semoga bermanfaat..

Image