Jatuh Cinta Tanpa Patah Hati

“kalian pernah jatuh cinta? patah hati dan kecewa?”

Rasanya semua orang pasti pernah mengalami fase itu. Terkadang fase tersebut memiliki pengaruh yang sangat dahsyat bagi kehidupan seseorang.Sebut saja ketika seseorang mengalami “jatuh cinta”. Dalam sebuah lagu era 90an menceritakan bahwa jatuh cinta itu berjuta rasanya, berjuta indahnya. Semuanya tampak menyenangkan dan pikiran kita dipenuhi oleh romansa bayang kerinduan orang yang kita cinta. sepanjang hari kita lewati dengan ceria ketika mengingat orang yang kita cintai itu. Bahkan kita sering berkhayal dan tersenyum sendiri  dalam keheningan ataupun keramaian. Sungguh itu menjadi hal yang sangat menggelikan jika kita lihat. “Bahagia” serasa kita rengkuh hanya berdua dengan orang yang kita cintai. Semuanya tampak sempurna, indah, berwarna tanpa ada cacat sedikitpun. Itulah rasanya jatuh cinta.

Lalu, bagaimana dengan rasanya patah hati?

Jika mendengar kata “patah hati”, bawaannya penuh dengan kesuraman. Tak ada lagi senandung keceriaan, namun kemuraman hati dalam menghadapi hari. Semuanya tampak gelap tak berwarna. Tak ada lagi senyum tersembur dari wajah, yang ada hanya mata sendu oleh tangis. Rasa bahagia berganti kecewa teramat dalam atas orang yang pernah kita cintai.

Jatuh Cinta dan Patah Hati merupakan dua hal yang bertolak belakang. Akan tetapi, keduanya menjadi satu paket dalam kehidupan manusia. Ada rasa manis pasti sebelumnya kita mengetahui rasanya pahit, begitu pula sebaliknya. Saat ini, bisa saja kita jatuh cinta kepada seseorang, namun esok atau bahkan beberapa menit kemudian kita akan mengalami yang namanya patah hati. 

“Cinta” bagi manusia menjadi sebuah misteri dan hal yang tak tentu. Sebuah rasa yang takkan abadi apabila tanpa restu Tuhan.

kalian tau.? sebenarnya ada sebuah “cinta” yang sangat abadi dan tanpa embel-embel “patah hati“.

jawabannya adalah Cinta kita pada sang Pencipta. Cinta yang sangat murni dan hakiki dibanding cinta lain dimuka bumi ini. Jika kita mencintai Allah, kita takkan pernah mengalami yang namanya patah hati. Pada hakikatnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Cinta yang takkan membuat ummatnya bersedih hati. Cinta Allah pada kita sangatlah tulus meskipun terkadang kita sebagai manusia terperosok dalam jurang dosa dan melupakan-Nya. Allah selalu ada untuk kita dalam situasi-kondisi apapun bahkan saat kita telah jauh dari jalan-Nya. Coba bayangkan sejenak, Ketika kita sebagai manusia berlumur dosa, melupakan-Nya, jauh dari-Nya bahkan tak cinta kepada-Nya, Allah tetap merangkul kita. Pada manusia yang seperti itu saja Allah tetap merangkul dan senantiasa memberikan cinta. Dengan kata lain Allah tak pernah membuat kita sedih bahkan patah hati.

Lalu.., bagaimana dengan manusia yang mencintai Allah sepenuh hati? saya yakin manusia yang mencintai Allah sepenuh hati, hidupnya akan penuh dengan limpahan karunia dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Percayalah..

Coba Renungkanlah kawan..

Mari kita berlomba-lomba cinta kepada Allah., jatuh cinta tanpa takut untuk patah hati..

 

 

 

thanks to:

134r, my Inspiration