Just “Gray Note”

Sulit sekali mengerti hatiku ini. Akupun tak pernah mengerti apa yang telah diinginkan oleh hatiku. Tak dapat digambarkan secara jelas perasaanku kepadamu. Akupun tak tau gambaran perasannmu kepadaku.

Hanya saja, lambat-laun rasa tersipu maluku amat besar ketika bertemu denganmu

Bola matamu tampak berbinar ketika bertemu denganku

Jantungku berdegup kencang seolah menjadi backsound tiap kali kita bertemu

Senyummu terbingkai ramah didepanku

Ku pun membalas senyum ramahmu itu

Kau berkata sepatah dua patah kata

Ku mencoba mengatur irama jantung tuk menjawabnya

Kau tampak canggung dan salah tingkah

Pipiku mulai bersemu merah,

Pandangan matamu teramat dalam,

Ku menghindar membawa rasa gugup yang luar biasa..

 

Sapaanmu membuka semangat pagiku kala itu

Ku balas dengan senyum ramah

Tatapan bola matamu begitu menghangatkan pagi yang berembun

Jantungku kembali berdegup kencang seolah menjadi backsound tiap kali kita bertemu

Kau kembali berkata sepatah dua patah kata

Ku mencoba mengatur irama jantung tuk menjawabnya

Kau tak lagi canggung dan tersenyum penuh arti

Ku balas senyummu dengan sejuta tanya..

 

Mentari pagi mempertemukan kita lagi

Tak ada sapaan ramah terdengar darimu

Tatapan mata kita saling bertaut tak sengaja

Tak kutemui kehangatan dalam tatapanmu

Bola matamu yang teduh perlahan menghindariku

Jantungku tak lagi berdegup kencang disaat kita bertemu

Kau tak lagi menyusun satu dua patah kata

Ku tak perlu mengatur irama jantung tuk menjawab

Kau beranjak menghindariku dengan senyum dingin hambar makna

Ku mematung menemukan jawab atas semuanya..

 

By: DinDyNa